TNI Rampungkan Jembatan Permanen di Tapanuli Utara
TNI Rampungkan Jembatan Permanen di Tapanuli Utara
TNI melalui Satuan Zeni Kodam I/Bukit Barisan bersama Batalyon Zeni Tempur 1/Dhira Dharma berhasil merampungkan pembangunan jembatan permanen di Sungai Mahasan, Desa Sitolubahal, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan akses transportasi masyarakat. Jembatan kini telah dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas harian, khususnya menuju area persawahan dan perladangan.
Sebelumnya, akses menuju lahan pertanian harus ditempuh dengan cara memutar atau menyeberangi sungai yang kerap mengalami peningkatan debit air saat musim hujan.
Infrastruktur Penunjang Aktivitas Warga
Jembatan permanen yang dibangun memiliki konstruksi plat besi dengan panjang sekitar delapan meter dan lebar tiga meter. Kedalaman sungai di lokasi pembangunan mencapai kurang lebih tiga meter, sehingga keberadaan jembatan menjadi solusi penting bagi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Dengan struktur yang kokoh, jembatan ini dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta memudahkan akses masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi.
Keberadaan jembatan juga membuka peluang peningkatan konektivitas antarwilayah desa yang sebelumnya terkendala kondisi geografis.
Proses Pembangunan Dilakukan Bertahap
Dalam proses pengerjaannya, personel Zipur 1/Dhira Dharma bekerja sama dengan Koramil 25/Purbatua Jae. Seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara terencana dan bertahap untuk memastikan kekuatan konstruksi jangka panjang.
Tahapan awal dimulai dengan pemasangan batu bronjong di kedua sisi sungai sebagai pondasi utama. Langkah ini bertujuan menahan erosi dan memperkuat struktur penyangga jembatan.
Selanjutnya dilakukan pengecoran dudukan di sisi kiri dan kanan sungai sebagai tumpuan rangka besi. Setelah rangka terpasang, proses dilanjutkan dengan pengecatan untuk mencegah karat dan memperpanjang usia konstruksi.
Tahap akhir meliputi penimbunan serta pemadatan badan jalan agar akses menuju jembatan dapat dilalui dengan aman.
Pembangunan Capai 100 Persen
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan pembangunan jembatan telah diselesaikan secara menyeluruh.
Menurutnya, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan jembatan kini sudah dapat difungsikan secara optimal oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan wilayah terpencil.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Masyarakat Desa Sitolubahal menyambut baik rampungnya pembangunan jembatan permanen tersebut. Warga menilai keberadaan jembatan sangat membantu aktivitas harian, terutama bagi petani yang setiap hari menuju lahan pertanian.
Dengan akses yang lebih mudah, waktu tempuh menuju sawah dan kebun menjadi lebih singkat. Selain itu, pengangkutan hasil panen kini dapat dilakukan dengan kendaraan, sehingga lebih efisien dan aman.
Warga juga berharap jembatan ini dapat menjadi penggerak peningkatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap Ketahanan Wilayah
Pembangunan infrastruktur seperti jembatan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah. Akses yang baik memudahkan pelayanan publik, distribusi logistik, serta mobilitas aparat dan masyarakat.
TNI melalui satuan zeni terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
Langkah ini sejalan dengan komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan nasional.
Sinergi TNI dan Masyarakat
Keberhasilan pembangunan jembatan ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat. Selama proses pengerjaan, komunikasi dan kerja sama berjalan secara harmonis.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus terjaga dalam berbagai program pembangunan lainnya.
Harapan ke Depan
Dengan rampungnya jembatan permanen di Sungai Mahasan, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.
Peningkatan kualitas jalan desa, sarana transportasi, serta fasilitas umum dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Jembatan ini menjadi simbol awal kemajuan desa sekaligus bukti bahwa pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.
Baca Juga : Viral TikTok, Teyana Taylor Bahas K-Pop & DiCaprio
Cek Juga Artikel Dari Platform : kabarsantai

