Menkeu Purbaya Tegas, Dirjen Bea Cukai Jawab Lugas
faktagosip.web.id Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Dalam sebuah forum resmi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil tegas saat memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terkini. Tidak hanya menyampaikan gambaran makro, Purbaya juga meminta para pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian Keuangan untuk menjawab langsung pertanyaan media.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin komunikasi kebijakan berjalan satu arah. Setiap direktur jenderal diminta bertanggung jawab atas sektor yang dikelolanya, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memegang peran strategis dalam penerimaan negara dan pengawasan arus barang lintas batas.
Transparansi APBN Jadi Pesan Utama
Dalam penjelasannya, Menkeu Purbaya memaparkan kondisi APBN dengan menekankan dua faktor utama, yakni dinamika ekonomi domestik dan tekanan ekonomi global. Ia menyampaikan bahwa ketidakpastian global masih menjadi tantangan, namun pemerintah berupaya menjaga stabilitas fiskal agar tetap adaptif dan responsif.
Menurut Purbaya, publik berhak mengetahui bagaimana negara mengelola anggaran, termasuk risiko dan strategi mitigasi yang disiapkan. Karena itu, keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.
Dirjen Diminta Bicara Langsung ke Publik
Pada sesi akhir konferensi pers, suasana berubah menjadi lebih dinamis. Menkeu secara langsung menunjuk satu per satu direktur jenderal untuk menjawab pertanyaan media. Langkah ini dinilai jarang dilakukan secara terbuka dan menunjukkan gaya kepemimpinan yang menuntut kejelasan serta keberanian pejabat publik dalam menyampaikan kebijakan.
Setiap dirjen diminta memberikan penjelasan sesuai bidang tugasnya, tanpa berkelit atau melempar tanggung jawab. Pendekatan ini sekaligus menjadi pesan internal bahwa setiap unit kerja harus siap diuji secara terbuka oleh publik.
Jawaban Lugas dari Dirjen Bea dan Cukai
Sorotan media kemudian tertuju pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memberikan jawaban yang dinilai lugas dan langsung pada pokok persoalan.
Ia menjelaskan berbagai langkah strategis yang dilakukan Bea dan Cukai dalam menjaga penerimaan negara, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas barang. Penjelasan disampaikan secara sistematis, dengan bahasa yang mudah dipahami publik.
Peran Bea dan Cukai dalam Stabilitas Fiskal
Bea dan Cukai memiliki peran penting dalam struktur APBN, khususnya melalui penerimaan dari kepabeanan dan cukai. Selain itu, institusi ini juga berperan sebagai garda terdepan dalam pengawasan perdagangan internasional dan perlindungan industri dalam negeri.
Djaka menekankan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak semata mengejar target penerimaan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara pengawasan, fasilitasi perdagangan, dan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga iklim usaha tetap kondusif.
Komunikasi Kebijakan yang Lebih Terbuka
Gaya komunikasi yang ditunjukkan dalam forum tersebut mendapat perhatian luas. Publik melihat adanya upaya serius untuk menjembatani kebijakan fiskal dengan pemahaman masyarakat. Dengan menunjuk langsung para dirjen, Menkeu Purbaya memperlihatkan bahwa pemerintah siap diuji secara terbuka.
Pendekatan ini juga mendorong pejabat teknis untuk tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga mampu menjelaskan kebijakan secara langsung. Transparansi semacam ini dinilai penting di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap akuntabilitas negara.
Tantangan Ekonomi dan Konsistensi Kebijakan
Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, konsistensi kebijakan menjadi kunci. Menkeu menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal, sembari memastikan APBN berfungsi sebagai alat stabilisasi dan perlindungan sosial.
Bea dan Cukai, sebagai salah satu pilar penerimaan negara, diharapkan terus beradaptasi dengan perubahan. Mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan pengawasan berbasis risiko, hingga penguatan sinergi dengan instansi lain.
Pesan Kepemimpinan yang Tegas
Sikap tegas Menkeu Purbaya dalam forum tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang menuntut keterbukaan dan tanggung jawab. Dengan meminta dirjen menjawab langsung, ia mengirim pesan bahwa tidak ada ruang untuk menghindar dari pertanyaan publik.
Langkah ini juga memperkuat posisi Kementerian Keuangan sebagai institusi yang menjunjung tinggi transparansi. Publik pun dapat menilai langsung bagaimana para pejabat menjelaskan kebijakan dan menjawab isu-isu strategis.
Penutup
Forum penjelasan APBN yang diwarnai penunjukan langsung para dirjen menjadi contoh komunikasi kebijakan yang lebih terbuka. Jawaban lugas dari Dirjen Bea dan Cukai menunjukkan kesiapan institusi dalam menghadapi sorotan publik.
Ke depan, pendekatan semacam ini diharapkan dapat terus diterapkan. Transparansi, kejelasan, dan akuntabilitas bukan hanya memperkuat kepercayaan publik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
